Selasa, 27 Juli 2010

0 Taklukkan Persipura, Sriwijaya FC Ke Final

Sriwijaya FC selangkah lagi memenuhi ambisinya mempertahankan Piala Indonesia. SFC melaju ke final setelah menyingkirkan musuh bebuyutan Persipura Jayapura 5-3 melalui adu penalti dalam duel di semi-final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (27/7).

Pertandingan akhirnya diselesaikan melalui adu penalti karena kedua tim bermain imbang 2-2 sampai 120 menit pertandingan. Di final, SFC akan menghadapi pemenang antara Arema Indonesia dan Persik Kediri yang bertanding, Rabu (28/7).

Kiper SFC Ferry Rotinsulu menjadi bintang kemenangan timnya. Dirinya sukses menggagalkan dua eksekusi penalti dari Victor Igbonefo dan Gerald Pangkali. Sementara, dari tiga eksekutor SFC, hanya Zah Rahan yang gagal setelah tendangannya berhasil digagalkan Jendry Pitoy.

Pertandingan itu sendiri diwarnai dengan terciptanya gol cepat saat Gerald Pangkali membobol gawang Ferry. Gerald mencetak gol saat pertandingan baru berjalan dua menit.


Setelah gol itu, Persipura memperlihatkan dominasinya. Mereka melakukan tekanan terhadap pertahanan Laskar Wong Kito. Sayang, usaha mereka selalu gagal.

Sebaliknya, SFC yang sempat tertekan justru mendapat kesempatan menyamakan kedudukan dari titik penalti menit ke sepuluh. Persipura dihukum penalti menyusul handball yang dilakukan Igbonefo.

Peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Keith Kayamba Gumbs. Eksekusinya gagal diselamatkan oleh Jendry. Dalam kedudukan imbang 1-1, pertandingan berjalan imbang. Apalagi, kedua tim memiliki para pemain dengan teknik sangat bagus. Kedudukan itu bertahan sampai akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, baik Persipura maupun SFC secara bergantian melakukan tekanan. Namun, usaha keduanya selalu gagal.

Igbonefo akhirnya memecah kebuntuan saat menciptakan gol indah pada menit ke-56. Tendangan spektakuler bek asal Nigeria ini dilepaskan dari jarak yang cukup jauh dan gagal diselamatkan oleh Ferry.

Sayangnya, Persipura tak mampu mempertahankan keunggulannya. Selang beberapa menit atau tepatnya di menit 65, SFC berhasil menyamakan kedudukan melalui Pavel Solomin.

Dirinya berhasil memanfaatkan kesalahan Igbonefo yang tidak mampu mengamankan daerah pertahanan karena gagal menguasai bola dengan baik. Bola yang terlepas kemudian dikuasai Solomin yang kemudian melepaskan tendangan spekulatif ke gawang Jendry.

Tampaknya, Jendry terkejut dengan tembakan spekulasi Solomin sehingga tidak sempat mengantisipasinya. Kedudukan menjadi 2-2 dan bertahan sampai akhir pertandingan.

Demikian pula saat dilakukan perpanjangan waktu. Baik SFC maupun Persipura gagal mencetak gol.

SFC sesungguhnya sempat mencetak gol melalui Anoure Obiora di menit ke-101. Namun gol itu dianulir oleh wasit Jumadi Efendi. Meski sempat diprotes pemain SFC, namun wasit tetap pada keputusannya.

Babak perpanjangan waktu juga diwarnai dengan diusirnya Ian Kabes. Ia mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan diving di kotak penalti pada menit ke-120. Namun tidak ada gol yang tercipta sehingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti.

Gumbs yang menjadi eksekutor pertama SFC sukses menuntaskan tugasnya. Tendangannya meluncur deras ke gawang Jendry.

Sementara, Igbonefo bertindak sebagai pengambil tendangan pertama Persipura. Ironisnya, ia mengambil ancang-ancang yang terlalu dekat. Hanya dua langkah sebelum menendang bola. Seperti diduga, tendangannya bisa diantisipasi Ferry.

Dirinya juga sukses membawa arah tendangan eksekutor kedua Persipura, Gerald. Sebaliknya, Solomin yang menjadi penendang kedua SFC berhasil menuntaskannya. Demikian pula dengan Rahmad Rivai.

Bek Ricardo Salampessy membuka peluang bagi Persipura saat menyelesaikan eksekusinya. Apalagi, Zah Rahan yang seharusnya menjadi penentu juga gagal.

Namun, Imanuel Wanggai yang seharusnya memperkecil ketinggalan justru gagal melakukan eksekusi. Tendangannya melambung dan SFC yang lolos ke final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. 

0 komentar:

Posting Komentar