Kamis, 26 Agustus 2010

0 Persik Pecundangi Persibo

 Seperti diprediksi awal, laga big match antara Persik Kediri kontra tim promosi Indonesia Super League (ISL) Persibo Bojonegoro pada Liga Jatim IX Piala Gubernur 2010 di Stadion Brawijaya Kediri, Rabu (25/8/2010) malam berlangsung menarik dan panas dengar aroma penuh gengsi.

Terbukti, pertandingan baru berjalan 40 menit di babak pertama sudah tiga gol tercipta. Untuk sementara, 'Macan Putih' mengungguli 'Laskar Angling Darmo' dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan yang dipimpin oleh wasit Hasanuddin dari Sidoarjo, satu gol pembuka Persibo Bojonegoro dilahirkan oleh Iswandi pada menit ke-15. Namun, akhirnya dibalas oleh Persik Kediri melalui Aan Andik pada menit ke-22 dan diperbesar oleh Abdul Azis di menit ke-39.

Kedudukan 2 - 1 untuk Persik kediri ini bertahan hingga wasit meniup peluit babak pertama berakhir.

Pada babak kedua pertandingan semakin panas, serangan sih berganti dilakukan oleh kedua kubu, baik Persik Kediri maupun Persibo Bojonegoro. Dalam babak kedua ini Persik menambah pundi-pundi golnya dua, sementara Persibo Bojonegoro hanya menambah satu. Sehingga babak kedua berakhir kedudukan berubah menjadi 4 - 2 Persik kediri unggul atas Persibo Bojonegoro.

0 Rafting/Arung Jeram Di Kali Konto Kediri

bupati rafting1 Di Kediri ada rafting/Arung jeram
Kediri rafting/arung jeram
Kabupaten Kediri terus menggali seluruh potensi yang ada di wilayahnya termasuk potensi wisata. Berbagai upaya pengembangan potensi wisata tersebut dilaksanakan dimana hanya ada satu tujuan akhir yaitu demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meskipun tidak mudah, tetapi setidaknya itulah yang telah dilakukan oleh Bupati Kediri Ir. H. Sutrisno beserta seluruh jajarannya.
Seperti halnya pada Rabu pagi (10/6), Bupati Sutrisno meninjau lokasi wisata petualangan arung jeram (rafting) di hulu sungai Konto yang terletak di Dusun Brumbung Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lokasi arung jeram sebelum nantinya diperkenalkan sebagai obyek wisata baru di Kabupaten Kediri.
Menurut Bupati Sutrisno, wisata arung jeram di aliran sungai Konto ini sangat potensial. “Disamping arusnya yang deras dan cukup menantang, bentang alam atau pemandangan di sekitar Kali Konto ini cukup indah. Sehingga sangat cocok sebagai obyek wisata alternatif, khususnya bagi mereka yang suka wisata petualang,” jelas Bupati Sutrisno.
Dari pantauan di lokasi, wisata petualang alternatif yang dipersiapkan Kabupaten Kediri tepatnya berada di daerah aliran sungai (DAS) Konto dengan ruas aliran sepanjang 6 kilometer mulai dari Dusun Brumbung Desa Siman sampai Desa Damarwulan. Arus dan debit airnya cukup untuk melakukan kegiatan olahraga arung jeram, karena sungai Konto sendiri bermuara di bendungan Selorejo. Batu-batu besar serta tebing-tebing yang ada di sepanjang sungai menjadi pemandangan tersendiri di kawasan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang.

0 BEC - Kampung Inggris Di Pare

Kampung inggris atau kampung bahasa adalah sebutan buat Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, dimana ada puluhan tempat kursus bahasa asing berada. Hal ini tak lepas dari peran Muhammad Kalend Osen asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 20 Februari 1945. Di kampung halamannya Pak Kalend berprofesi sebagai guru namun profesi sebagai guru di Kalimantan tidak membuatnya puas untuk menimba ilmu. Hingga pada usia 27 tahun dia memilih melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa.
SEJARAH

Pak Kalend
Pak Kalend
Pada tahun 1971 Pak Kalend belajar di Pondok Pesantren Modern Darusssalam, Gontor, Ponorogo. Di Gontor Kalend tidak sampai lulus hanya mengenyam pendidikan hingga kelas lima Kuliatul Muallimin Al Islamiyah (setara kelas dua SMA). Padahal saat itu usia Pak Kalend sekitar 31 tahun.
Sekitar tahun 1976, Pak Kalend datang ke Dusun Singgahan untuk belajar berguru kepada KH. Ahmad Yazid, tokoh agama setempat sekaligus pengasuh masjid dan Pondok Darul Falah. Kiai Yazid juga dikenal menguasai sembilan bahasa asing selain pengetahuan agama yang luas.
Sebenarnya Pak Kalend tidak sengaja memulai mengajar bahasa inggris. Saat itu ada dua mahasiswa semester akhir IAIN Sunan Ampel, Surabaya yang datang ke Pare untuk berguru bahasa inggris kepada Kiai Yazid. Kedua mahasiswa itu akan menjalani ujian akhir bahasa Inggris di kampusnya untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun saat itu Kiai Yazid sedang keluar daerah, padahal ujian akhir tinggal lima hari lagi.
Akhirnya istri Kiai Yazid menyarankan mahasiswa tersebut untuk belajar bahasa Inggris kepada Pak Kalend. Pak Kalend pun memberanikan diri untuk mengajar dua mahasiswa itu, walau dia belum pernah mengenyam bangku kuliah. Akhirnya keduanya belajar bahasa Inggris bersama Kalend di Masjid Darul Falah selama lima hari untuk membahas 350 soal yang menjadi acuan untuk ujian bahasa Inggris dua mahasiswa itu.
Berbekal pelajaran dari Pak Kalend, kedua mahasiswa itu lulus dan menyandang gelar sarjana. Setelah ujian di IAIN Sunan Ampel Surabaya, kedua mahasiswa tersebut kembali berguru kepada Pak Kalend. Kisah sukses kedua mahasiswa itu lantas menyebar dari mulut ke mulut. Sejak saat itu banyak santri yang berguru kepada Pak Kalend. Akhirnya Pak Kalend mendirikan lembaga kursus yang diberi nama BEC, yang pada awalnya juga masih di serambi masjid. Pesertanya pun hanya remaja sekitar dan tanpa biaya.
Setelah BEC berdiri dan masyarakat luas mengetahui kampung inggris, bermunculan lembaga kursus lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Secara tidak langsung, penduduk sekitar sangat merasakan manfaat dari sisi ekonomi. Awalnya penduduk sekitar bermata pencaharian sebagai petani, sekarang penduduk dapat membuka usaha lain seperti rumah kos, warung, warnet, toko, counter handphone, fotokopi dan sebagainya.
Selain dari segi ekonomi dampak positif lainnya adalah tingkat pendidikan masyarakat makin tinggi, pengetahuan bahasa masyarakat secara tidak langsung juga bertambah.
Tempat Tinggal/Kos
Sekarang sangat mudah memilih tempat tinggal atau Kos di kampung inggris ini begitu banyak penduduk yang membuka Kos untuk tempat tinggal sementara selama belajar disana. Ada dua jenis kos yaitu Kos biasa dan kos english area. kos biasa adalah kos yang hanya untuk tempat tinggal menginap saja. Kos dengan label English area yaitu kosan yang juga memiliki program bahasa English untuk menunjang materi di tempat kursus. Di kos english area ini anda wajib menggunakan bahasa inggris dalam komunikasi sehari-hari. Bahkan ada pembimbing khusus dari tempat kursus yang yang ditugaskan melatih bahasa inggris didalam kos. Sebuah kombinasi yang bagus, di dalam kursus diajari materi dan praktek di dalam kehidupan sehari-hari juga dipraktekkan disertai pembimbing di dalam Kos!
salah satu Kos full english - kampung inggris pare
tarif kos pun super murah antara 50-100ribu. Makanan juga cukup murah rata-rata 3rb-5rb rupiah.

Lingkungan
Lingkungan di kampung inggris ini sangat kondusif. Untuk muslim disini mengharuskan anda untuk memakai Jilbab bagi perempuan dan bagi laki-laki memakai kemeja dan celana panjang. Apalagi di tempat kursus yang sangat disiplin seperti BEC. Di kampung inggris ini biaya hidup cukup murah, bahkan bisa dibilang sangat murah. Baik kos tempat tinggal ataupun makanan.

sepeda adalah transportasi umum - kampung inggris pare
Tidak usah bingung untuk transportasi, tersedia persewaan sepeda untuk transportasi ringan, umumnya 50rb rupiah per bulan apalagi bila ditanggung rame-rame dengan teman se-kos. Kalau dari luar kota transportasi juga cukup mudah karena kampung inggris ini dilewati bus dari surabaya-tulungagung.
Tempat Kursus
Cukup sulit untuk menyebutkan nama satu persatu dengan begitu banyak lembaga kursus di kamoung inggris ini. Sebagai gambaran di BEC milik Pak Kalend, disana siswa benar-benar dituntut untuk disiplin dan kemauan belajar tinggi. Anda tidak bisa semaunya bolos tanpa ijin. bahkan bila tidak masuk 3 hari saja Siswa dikeluarkan. Menurut teman yang belajar disana, dia sangat puas dengan metode pengajarannya walaupun tingkat awalnya takut dengan aturan BEC yang cukup ketat. Kalau tidak mampu menempuh level dalam waktu ditentukan siswa bisa di keluarkan.
Umumnya pada saat musim liburan sekolah, kampung inggris ini diserbu pelajar yang ingin belajar bahasa inggris.
Kalau anda ingin model “santai” pilihlah yang model kuliahan, Siswa sendiri yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Dari tulisan diatas, tak salah bila Seputar indonesia menganugerahi Pak Kalend Osen sebagai  tokoh pendidik teladan dan mendapatkan penghargaan People  of The Year (POTY) 2009.
Pemilihan Kalend Osen sebagai  tokoh pendidik teladan hingga  mendapatkan penghargaan People  of The Year (POTY) 2009 dari  Seputar Indonesiabukan tanpa  alasan

Selasa, 27 Juli 2010

0 Taklukkan Persipura, Sriwijaya FC Ke Final

Sriwijaya FC selangkah lagi memenuhi ambisinya mempertahankan Piala Indonesia. SFC melaju ke final setelah menyingkirkan musuh bebuyutan Persipura Jayapura 5-3 melalui adu penalti dalam duel di semi-final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (27/7).

Pertandingan akhirnya diselesaikan melalui adu penalti karena kedua tim bermain imbang 2-2 sampai 120 menit pertandingan. Di final, SFC akan menghadapi pemenang antara Arema Indonesia dan Persik Kediri yang bertanding, Rabu (28/7).

Kiper SFC Ferry Rotinsulu menjadi bintang kemenangan timnya. Dirinya sukses menggagalkan dua eksekusi penalti dari Victor Igbonefo dan Gerald Pangkali. Sementara, dari tiga eksekutor SFC, hanya Zah Rahan yang gagal setelah tendangannya berhasil digagalkan Jendry Pitoy.

Pertandingan itu sendiri diwarnai dengan terciptanya gol cepat saat Gerald Pangkali membobol gawang Ferry. Gerald mencetak gol saat pertandingan baru berjalan dua menit.


Setelah gol itu, Persipura memperlihatkan dominasinya. Mereka melakukan tekanan terhadap pertahanan Laskar Wong Kito. Sayang, usaha mereka selalu gagal.

Sebaliknya, SFC yang sempat tertekan justru mendapat kesempatan menyamakan kedudukan dari titik penalti menit ke sepuluh. Persipura dihukum penalti menyusul handball yang dilakukan Igbonefo.

Peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Keith Kayamba Gumbs. Eksekusinya gagal diselamatkan oleh Jendry. Dalam kedudukan imbang 1-1, pertandingan berjalan imbang. Apalagi, kedua tim memiliki para pemain dengan teknik sangat bagus. Kedudukan itu bertahan sampai akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, baik Persipura maupun SFC secara bergantian melakukan tekanan. Namun, usaha keduanya selalu gagal.

Igbonefo akhirnya memecah kebuntuan saat menciptakan gol indah pada menit ke-56. Tendangan spektakuler bek asal Nigeria ini dilepaskan dari jarak yang cukup jauh dan gagal diselamatkan oleh Ferry.

Sayangnya, Persipura tak mampu mempertahankan keunggulannya. Selang beberapa menit atau tepatnya di menit 65, SFC berhasil menyamakan kedudukan melalui Pavel Solomin.

Dirinya berhasil memanfaatkan kesalahan Igbonefo yang tidak mampu mengamankan daerah pertahanan karena gagal menguasai bola dengan baik. Bola yang terlepas kemudian dikuasai Solomin yang kemudian melepaskan tendangan spekulatif ke gawang Jendry.

Tampaknya, Jendry terkejut dengan tembakan spekulasi Solomin sehingga tidak sempat mengantisipasinya. Kedudukan menjadi 2-2 dan bertahan sampai akhir pertandingan.

Demikian pula saat dilakukan perpanjangan waktu. Baik SFC maupun Persipura gagal mencetak gol.

SFC sesungguhnya sempat mencetak gol melalui Anoure Obiora di menit ke-101. Namun gol itu dianulir oleh wasit Jumadi Efendi. Meski sempat diprotes pemain SFC, namun wasit tetap pada keputusannya.

Babak perpanjangan waktu juga diwarnai dengan diusirnya Ian Kabes. Ia mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan diving di kotak penalti pada menit ke-120. Namun tidak ada gol yang tercipta sehingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti.

Gumbs yang menjadi eksekutor pertama SFC sukses menuntaskan tugasnya. Tendangannya meluncur deras ke gawang Jendry.

Sementara, Igbonefo bertindak sebagai pengambil tendangan pertama Persipura. Ironisnya, ia mengambil ancang-ancang yang terlalu dekat. Hanya dua langkah sebelum menendang bola. Seperti diduga, tendangannya bisa diantisipasi Ferry.

Dirinya juga sukses membawa arah tendangan eksekutor kedua Persipura, Gerald. Sebaliknya, Solomin yang menjadi penendang kedua SFC berhasil menuntaskannya. Demikian pula dengan Rahmad Rivai.

Bek Ricardo Salampessy membuka peluang bagi Persipura saat menyelesaikan eksekusinya. Apalagi, Zah Rahan yang seharusnya menjadi penentu juga gagal.

Namun, Imanuel Wanggai yang seharusnya memperkecil ketinggalan justru gagal melakukan eksekusi. Tendangannya melambung dan SFC yang lolos ke final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.